BIMBINGAN ISLAM UNTUK PRIBADI & MASYARAKAT – 53

━━━━━━━━━━━━━━

? Web: http://permatasunnah.com

?Instagram:https://www.instagram.com/dakwahpermatasunnah/

? Grup WhatsApp. Silakan Join. Click !

• (Pria): http://bit.ly/2DPS-admIkhwan

• (Wanita): http://bit.ly/2DPS-AdmAkhwat

━━━━━━━━━━━━━━━

◈ BAB: Akhlak-Akhlak Islami

? DI ANTARA WASIAT RASULULLAH ﷺ (Seri 4)

Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

 

لاَ تُطْرُوْنِي كَمَا أَطْرَتِ النَّصَارَى ابْنَ مَرْيَمَ، فَإِنَّمَا أَنَا عَبْدُهُ، فَقُوْلُوْا عَبْدُ اللهِ وَرَسُوْلُهُ.

 

“Janganlah kalian berlebih-lebihan dalam memujiku, sebagaimana orang-orang Nasrani telah berlebih-lebihan memuji ‘Isa putera Maryam. Aku hanyalah hambaNya, maka katakanlah, ‘Abdullaah wa Rasuuluhu’ (hamba Allah dan RasulNya).” [HR Al-Bukhari]

 

Dengan kata lain, janganlah kalian memujiku secara bathil dan janganlah kalian berlebih-lebihan dalam memujiku. Hal itu sebagaimana yang telah dilakukan oleh orang-orang Nasrani terhadap ‘Isa Alaihissallam, sehingga mereka menganggapnya memiliki sifat Ilahiyyah. Karenanya, sifatilah aku sebagaimana Rabbku memberi sifat kepadaku, maka katakanlah: “Hamba Allah dan Rasul (utusan)Nya.” [Aqiidatut Tauhiid (hal 151)

 

Perkataan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Sesungguhnya aku hanyalah seorang hamba Allah” menunjukan bahwa beliau hanyalah manusia biasa, demikian juga para nabi yang lain. Oleh karena itu para nabi makan, minum, beristri, memiliki keturunan, mereka juga ditimpa dengan penyakit, mereka meninggal, bahkan ada di antara mereka yang dibunuh.

 

Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak suka disanjung melebihi dari apa yang Allah Subhanahu wa Ta’ala berikan dan Allah ridhai. Tetapi banyak manusia yang melanggar larangan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam tersebut, sehingga mereka berdoa kepadanya, meminta pertolongan kepadanya, bersumpah dengan namanya serta meminta kepadanya sesuatu yang tidak boleh diminta kecuali kepada Allah. Hal itu sebagaimana yang mereka lakukan ketika peringatan maulid Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, dalam kasidah atau anasyid, di mana mereka tidak membedakan antara hak Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan hak Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

 

◆ Dalil-dalil yang menunjukan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah seorang manusia sangat banyak, di antaranya:

 

إِنَّمَا أَنَا بَشَرٌ مِثْلُكُمْ يُوحَى إِلَيَّ

 

“Sesungguhnya aku ini hanya seorang manusia seperti kamu, yang diwahyukan kepadaku…”[QS. Kahfi :110]

 

(قُلْ سُبْحَانَ رَبِّي هَلْ كُنْتُ إِلَّا بَشَراً رَسُولاً﴾ (الاسراء:93)

 

Katakanlah: “Maha suci Rabbku, bukankah aku ini hanya seorang manusia yang menjadi rasul.” [QS. Al-Isra’ :93]

 

Kedua ayat ini jelas menunjukkan bahwa Allah memerintahkan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk menyampaikan kepada umatnya bahwa dia adalah seorang manusia biasa seperti mereka.

 

Hadist di atas juga menunjukkan Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah hamba Allah yang tidak boleh dipuji secara berlebihan, dengan pujian yang hanya layak ditujukan kepada Allah, dan Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah rasul Allah yang tidak boleh didustakan. Nabi saja melarang umatnya untuk bersikap ghuluw kepadanya, sedangkan beliau adalah manusia yang paling mulia kedudukannya di sisi Allah. Sehingga bersikap ghuluw kepada orang shalih yang kedudukannya di bawah beliau, tentu lebih layak untuk dilarang.

 

Semoga dapat menambah ilmu dan menambah keimanan kita dan kita tetap istiqomah di atas aqidah dan As-Sunnah yang shohih. Wallahu a’lam.

 

? Insya Allah bersambung ke pembahasan-pembahasan lainnya. Semoga dimudahkan…

 

? Referensi :

• Buku “Bimbingan Islam Untuk Pribadi & Masyarakat.” Penulis: Syaikh Muhammad bin Jamil Zainu

• Kitab Syarah Aqidah Ahlus Sunnah Wal Jama’ah, Penulis Yazid bin Abdul Qadir Jawas, Penerbit Pustaka Imam Asy-Syafi’i

• www.firanda.com

• Alquranul Karim

• Artikel Sunnah Lainnya

 

✒ Disusun oleh : Akhukum Fillah Abu Royhan

? Grup Dakwah Permata Sunnah

 

? BC. BBM Dakwah: DA23EC5A

?Chanel Telegram: telegram.me/PermataSunnah

? Fanspage: fb.me/GrupDakwahPermataSunnah

 

? Silakan disebar Artikel ini dengan tidak menambah dan mengurangi isi tulisan. Semoga menjadi sebab hidayah dan menjadi amal jariyah serta memudahkan jalan kita semua menuju Surga, insya Allah… Aamiin

Bagikan artikel ini ?
Abu Royhan

Abu Royhan

Pemilik dan Pengasuh Situs Web PermataSunnah.com (Mulia dengan Manhaj Salaf)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *