Site Loader
Share?

🔅 Edisi: Manhaj

🏅 Ushul As-Sunnah

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah wa ba’du.

✊🏻 BERJIHAD BERSAMA PEMIMPIN

Imam Abu Abdillah Ahmad bin Muhammad bin Hanbal rahimahullah berkata: “Perang (jihad) dilakukan bersama pemimpin yang baik maupun yang buruk, terus berlangsung sampai hari kiamat, tidak boleh ditinggalkan.”

Jihad adalah amalan mulia yang disyariatkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala dan RasulNya. Di antara ketentuan sebelum jihad adalah mendapatkan izin dari ulil amri (pemerintah) serta mentaati apapun yang menjadi keputusannya.

Imam Abu Hatim Ar-Razi dan Imam Abu Zur’ah Ar-Razi rahimahumullah berkata: Kami telah menemui para Ulama di seluruh negeri Hijaz, Irak, Syam, dan Yaman, maka mazhab mereka adalah (beliau sebutkan beberapa perkara di antaranya): “Kita tegakkan jihad dan ibadah haji bersama para penguasa kaum Muslimin di setiap masa dan zaman.” [Syarh Ushulil I’tiqad Lalikai, juz 1, hlm. 199]

Imam Al-Barbahari rahimahullah berkata: “Ketahuilah bahwa kejahatan penguasa tidak menghapuskan kewajiban yang Allah subhanahu wa ta’ala wajibkan melalui lisan NabiNya. Kejahatannya akan kembali kepada dirinya sendiri, sedangkan kebaikan-kebaikan yang kamu kerjakan bersamanya mendapat pahala yang sempurna insya Allah, yakni kerjakanlah shalat berjamaah, shalat Jumat, jihad bersama mereka, dan juga berperan sertalah bersamanya dalam segala jenis ketaatan (yang dipimpin olehnya).” [Thabaqat Al-Hanabilah karya Ibnu Abi Ya’la 2/36, dinukil dari Qa’idah Mukhtasharah, hlm.14]

Syeikh Al-Albani rahimahullah berkata: Ketahuilah bahwa jihad itu ada dua macam:
• Pertama: Fardhu ‘ain. Yaitu jihad melawan musuh yang menyerang sebagian negeri-negeri kaum Muslimin, seperti Yahudi zaman sekarang yang menjajah Palestina. Maka seluruh kaum Muslimin (di negeri tersebut) berdosa sampai mereka mengeluarkan orang orang Yahudi darinya.

• Kedua: Fardhu kifayah, apabila sebagian (Muslimin) telah melaksanakannya maka kewajiban menjadi gugur atas yang lainnya. Yaitu jihad dalam menyebarluaskan dakwah Islamiyah ke seluruh negeri hingga (hukum) Islam memerintahnya.

Maka barang siapa dari penduduk negeri tersebut yang menerima (dakwah Islam), maka biarkan ia bebas. Dan barang siapa yang menghalangi jalannya dakwah, maka diperang hingga kalimat Allah menjadi tinggi. Jihad seperti ini terus berjalan sampai hari kiamat, apalagi macam jihad pertama.

Namun sayangnya sebagian para penulis (Muslim) zaman sekarang mengingkarinya, dan tidak cukup demikian, bahkan mereka menjadikan hal itu (pengingkaran terhadap jihad) termasuk dari keistimewaan-keistimewaan agama Islam. Yang demikian itu tiada lain disebabkan lemahnya mereka untuk menjalankan jihad yang fardhu ‘ain.

Sungguh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah benar ketika ia bersabda:

إِذَا تَبَايَعْتُمْ بِالْعِيْنَةِ وَأَخَذْتُمْ أَذْنَابَ الْبَقَرِ وَرَضِيْتُمْ بِالزَّرَعِ وَتَرَكْتُمُ الْجِهَادَ، سَلَّطَ اللهُ عَلَيْكُمْ ذُلاًّ لاَ يَنْزِعُهُ حَتَّى تَرْجِعُوْا إِلَى دِيْنِكُم

“Apabila kalian melakukan jual beli dengan cara ‘inah (mengandung unsur riba), berpegang pada ekor sapi (lalai karena beternak), kalian ridha dengan hasil tanaman dan kalian meninggalkan jihad fi sabilillah, maka Allah akan menimpakan kehinaan yang tidak ada sesuatu pun yang mampu mencabut kehinaan tersebut (dari kalian) sampai kalian kembali kepada agama kalian.” [HR. Abu Dawud dari Abdullah bin Umar radhiallahu ‘anhuma. Rujuk pula Syarah Ath-Thabawiyah hal. 387]

والله أعلم… وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم

📙 Referensi: Kitab Ushul As-Sunnah. Karya Imam Ahmad bin Hanbal rahimahullah. Pustaka Darul Ilmi.

✒️ Alfaqir ilallah: Abu Muhammad Royhan

📡 Silakan disebar Artikel ini dengan tetap mencantumkan sumber link asli (https://permatasunnah.com) dan tidak menambah atau mengurangi isi tulisan.

Share?

Ummu Ruqayyah

Admin Web PermataSunnah.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Arsip

Juli 2020
S M S S R K J
« Jun    
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
2627282930