Site Loader
Share?

🚙 BEPERGIANNYA WANITA TANPA MAHRAM

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah wa ba’du.

Agama Islam sangat menjaga kehormatan kaum Muslimin serta menjaga masyarakat agat tidak jatuh kedalam kehinaan. Di antara cara mewujudkan hal tersebut adalah larangan bagi wanita untuk bersafar tanpa tanpa suami atau mahram yang menyertainya.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang seorang wanita safar tanpa mahram sebagaimana dalam hadis:

لَا يَحِلُّ لِامْرَأَةٍ تُؤْمِنُ بِاللهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ أَنْ تُسَافِرَ مَسِيرَةَ يَوْمٍ وَلَيْلَةٍ لَيْسَ مَعَهَا ذُو مَحْرَمٍ

“Tidak halal bagi seorang wanita yang beriman kepada Allah dan hari akhir untuk safar sejauh perjalanan sehari semalam kecuali bersama mahramnya.” [Muttafaqun Alaihi]

Dalam kitab shahihain, Ibnu Abbas radhiallahu ‘anhu meriwayatkan, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

لاَ تُسَافِرِ الْمَرْأَةُ إِلاَّ مَعَ ذِي مَحْرَمٍ وَلاَ يَدْخُلُ عَلَيْهَا رَجُلٌ إِلاَّ وَمَعَهَا مَحْرَمٌ فَقَالَ رَجُلٌ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنِّي أُرِيدُ أَنْ أَخْرُجَ فِي جَيْشِ كَذَا وَكَذَا وَامْرَأَتِي تُرِيدُ الْحَجَّ فَقَالَ اخْرُجْ مَعَهَا

“Janganlah wanita safar (bepergian jauh) kecuali bersama dengan mahramnya, dan janganlah seorang (laki-laki) menemuinya melainkan wanita itu disertai mahramnya.” Maka seseorang berkata: “Wahai Rasulullah, sesungguhnya aku ingin pergi mengikuti perang ini dan itu, sedangkan istriku ingin menunaikan ibadah haji.” Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Keluarlah (pergilah berhaji) bersamanya (istrimu).” [HR. Muslim: 978]

Ketentuan di atas berlaku untuk semua bentuk safar (bepergian), baik dekat maupun jauh, bahkan termasuk di dalamnya pergi haji sebagaimana dalam hadis di atas. Bepergiannya wanita tanpa diiringi mahram bisa saja membuat orang-orang yang jahat menggagunya bahkan bisa saja mereka tak segan-segan memangsanya.

Demikian pula halnya wanita yang safar dengan melalui pesawat. Walaupun dia diantar oleh mahramnya sampai ke atas pesawat, dan di jemput mahramnya yang lain saat tiba di tempat tujuan. Maka tetap ini tidak di bolehkan jika tidak ada mahram yang menyertainya. Karena kita tidak mengetahui apa yang akan terjadi selama perjalaannya, bisa saja ketika dalam perjalanan ada kendala yang membuat pesawat harus transit di bandara lain atau masalah-masalah lainnya.

Oleh karena itu, kaum wanita harus memperhatikan aturan ini karena syariat Islam sangat tegas dalam masalah mahram ini.

•》Siapa itu mahram bagi wanita yang boleh menemaninya ketika bersafar?

Orang yang dapat menjadi mahram dalam safar (perjalanan), maka ini disyaratkan adanya empat hal: Muslim, balig, berakal, dan laki-laki. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Bapaknya, anaknya, suaminya, saudara laki-lakinya atau mahram dari wanita tersebut.” [HR. Bukhari, lihat Fathul Baari: 11/26]

Mahram bagi wanita adalah setiap orang yang diharamkan atasnya menikahi perempuan tersebut dengan pengharaman yang selama-lamanya disebabkan karena kekerabatan atau persesusun ataupun pernikahan. Seperti bapaknya atau anak laki-lakinya atau saudara laki-lakinya.

Jumhur Ulama berpedapat bahwa seorang laki-laki yang sudah mumayyiz atau murahiq (mendekati masa balig) seperti umur 10-14 tahun dan sanggup untuk menjaga keamanan wanita tersebut, maka itu sudah mencukupi. Ini adalah pendapat Imam Abu Hanifah, Imam Asy-Syafi’i dan Imam Malik rahimahumullahu.

Sedangkah mazhab Hambali mensyaratkan wajibkan balig. Dan ini adalah pendapat Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah. Ini karena maksud dari mahram adalah menjaga seorang wanita dan penjagaan terhadap seorang wanita tidak akan terjadi dari seorang yang balig dan berakal.

Maka dari itu wajib hukumnya bagi Muslimah untuk bertakwa kepada Allah Azza wa Jalla dengan tidak bersafar, kecuali bersama mahramnya. Karena Islam sangat memuliakan wanita baik sebagai anak perempuan, istri, ibu, wanita yang masih muda, remaja, maupun telah berusia senja.

والله أعلم، وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم

📑 Dari berbagai referensi

✒️ Alfaqir ilallah: Abu Muhammad Royhan hafidzahullah

📡 Silakan disebar Artikel ini dengan tetap mencantumkan sumber link asli (https://permatasunnah.com) dan tidak menambah atau mengurangi isi tulisan.

Share?

Ummu Ruqayyah

Admin Web PermataSunnah.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Arsip

Juni 2020
S M S S R K J
« Mei    
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031