Site Loader
Share?

📔 Kitab Shalat

📢 BAB: AZAN DAN IQAMAT

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah wa ba’du.

🎙 Beberapa Permasalahan Seputar Azan & Iqamat (Seri 4)

》 Azan Ketika Bersafar

Dari Malik bin Al Huwairits radhiallahu ‘anhu, ia berkata:

إِذَا أَنْتُمَا خَرَجْتُمَا فَأَذِّنَا ثُمَّ أَقِيمَا ثُمَّ لِيَؤُمَّكُمَا أَكْبَرُكُمَا

“Jika kalian berdua keluar (pergi bersafar), maka kumandangkanlah azan lalu iqamah, lalu yang paling tua di antara kalian hendaknya menjadi imam.” [HR. Bukhari no. 630]

Abu Isa At-Tirmidzi rahimahullah berkata: “Inilah yang diamalkan oleh mayoritas Ulama. Mereka memilih pendapat bahwa perlu dikumandangkan azan ketika safar. Namun, sebagian mereka berpendapat cukup dengan iqamat saja, karena azan hanya dilakukan oleh orang yang ingin mengumpulkan jamaah. Akan tetapi, pendapat pertama lebih tepat. Pendapat ini merupakan pendapat Imam Ahmad dan Ishaq.”

》 Adakah Azan dan Iqamat Bagi Kaum Wanita?

Ya, azan dan iqamat juga berlaku bagi kaum wanita, berdasarkan keumuman sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam: “Wanita adalah saudara kandung laki-laki.” [Shahiih Sunan Abi Dawud, no. 216]

Dari Aisyah radhiallahu ‘anha bahwasanya dia mengumandangkan azan dan beriqamat. [Diriwayatkan oleh Baihaqi dalam As-Sunanul Kubraa dan kitab lainnya]

Imam Ahmad dan Asy-Syafi’i berpendapat hal itu tidak mengapa dilakukan. Lihat lebih lanjut kitab Al-Ausath (III/53) untuk mendapatkan faidah yang lebih banyak.

☆ Tambahan Faidah:
Asy Syairozi berkata: “Dimakruhkan bagi wanita mengumandangkan azan. Namun disunnahkan mengumandangkan iqamah untuk sesama jamaah wanita. Untuk azan terlarang karena azan itu dengan dikeraskan suaranya, sedangkan iqamah tidak demikian. Namun wanita tidaklah sah mengumandangkan azan untuk jamaah laki-laki karena dalam masalah menjadi imam, wanita tidak sah mengimami laki-laki.” [Al Majmu, 3: 75]

Imam Nawawi berkata: “Tidak sah jika wanita mengumandangkan azan untuk laki-laki. Namun kalau iqamah disunnahkan sesama jamaah wanita, tidak untuk azan.” [Al Majmu, 3: 76]

Syaikh Musthofa Al-Adawi berkata: “Tidak ada dalil shahih yang menunjukkan wajibnya azan bagi wanita. Namun tidak ada pula hadis shahih yang menunjukkan haramnya.” [Jaami’ Ahkamin Nisaa, 1: 299]

Syaikh Abdul Aziz bin Baaz berkata: “Tidak disyariatkan bagi kaum wanita untuk melaksanakan azan dan iqamat baik di dalam perjalanan ataupun tidak. Azan dan iqamat merupakan hal yang dikhususkan bagi kaum pria sebagaimana disebutkan dalam hadis-hadis shahih dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.” [Fatawa Muhimmah Tata’allaq bish Shalah, Syaikh Ibnu Baaz, hal. 32]

والله أعلم… وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم

📑 Referensi: Kitab “Al-Mausuu’ah Al-Fiqhiyyah Al-Muyassarah fii Fiqhil Kitaab was Sunnah Al-Muthahharah (Ensiklopedi Fiqh Praktis Menurut Al-Quran & As-Sunnah).” Karya Syaikh Husain bin ‘Audah Al-‘Awaisyah. Penerbit Pustaka Imam Asy-Syafi’i.

Alfaqir ilallah: Abu Muhammad Royhan

📡 Silakan disebar Artikel ini dengan tetap mencantumkan sumber link asli (https://permatasunnah.com) dan tidak menambah atau mengurangi isi tulisan.

Share?

Ummu Ruqayyah

Admin Web PermataSunnah.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Arsip

Februari 2020
S M S S R K J
« Jan    
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031