Site Loader
Share?

📔 Kitab Shalat

📢 BAB: AZAN DAN IQAMAT

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah wa ba’du.

🎙 Beberapa Permasalahan Seputar Azan & Iqamat (Seri 3)

》 Larangan Keluar Dari Masjid Setelah Azan Tanpa Adanya Hajat

Diriwayatkan juga dari sahabat Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

لَا يَسْمَعُ النِّدَاءَ فِي مَسْجِدِي هَذَا ثُمَّ يَخْرُجُ مِنْهُ، إِلَّا لِحَاجَةٍ، ثُمَّ لَا يَرْجِعُ إِلَيْهِ إِلَّا مُنَافِقٌ

“Tidaklah seseorang mendengar azan di masjidku ini, kemudian keluar dari masjid kecuali ada hajat (kebutuhan), kemudian dia tidak kembali, melainkan dia adalah seorang munafik.” [HR. Ath-Thabrani dalam Mu’jam Al-Ausath 4: 149. Dinilai shahih oleh Al-Albani dalam Shahih At-Targhiib, 1: 179]

Juga diriwayatkan dari sahabat Utsman bin Affan radhiallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَنْ أَدْرَكَهُ الْأَذَانُ فِي الْمَسْجِدِ، ثُمَّ خَرَجَ، لَمْ يَخْرُجْ لِحَاجَةٍ، وَهُوَ لَا يُرِيدُ الرَّجْعَةَ، فَهُوَ مُنَافِقٌ

“Siapa saja yang menjumpai (mendengar) azan di masjid, kemudian dia keluar. Dia tidak keluar karena ada hajat dan juga tidak berniat kembali, maka dia adalah seorang munafik.” [HR. Ibnu Majah no. 734, shahih]

Diriwayatkan dari Abu Sya’tsa, beliau berkata: Kami tengah duduk-duduk di masjid bersama Abu Hurairah. Ketika seorang muadzin mengumandangkan azan, seseorang berdiri meninggalkan masjid sambil berjalan. Abu Hurairah terus mengawasinya hingga laki-laki tersebut keluar dari masjid. Abu Hurairah lalu berkata, “Orang ini telah membangkang (durhaka) kepada Abul Qasim (Muhammad) shallallahu ‘alaihi wa sallam.” [HR. Muslim no. 655]

Sebagian Ulama menyebutkan bahwa keluarnya seorang Muslim dari masjid tanpa adanya hajat ketika azan sama seperti larinya setan tatkala mendengar azan.

》 Azan Bagi Orang yang Shalat Sendirian

Dari Uqbah bin Amir radhiallahu ‘anhu, aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

يَعْجَبُ رَبُّكُمْ مِنْ رَاعِى غَنَمٍ فِى رَأْسِ شَظِيَّةٍ بِجَبَلٍ يُؤَذِّنُ بِالصَّلاَةِ وَيُصَلِّى فَيَقُولُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ انْظُرُوا إِلَى عَبْدِى هَذَا يُؤَذِّنُ وَيُقِيمُ الصَّلاَةَ يَخَافُ مِنِّى فَقَدْ غَفَرْتُ لِعَبْدِى وَأَدْخَلْتُهُ الْجَنَّةَ

“Rabb kalian begitu takjub terhadap si pengembala kambing di atas puncak gunung yang mengumandangkan azan untuk shalat dan ia menegakkan shalat. Allah pun berfirman, “Perhatikanlah hambaKu ini, ia berazan dan menegakkan shalat (karena) takut kepadaKu. Karenanya, Aku telah mengampuni dosa hambaKu ini dan aku masukkan ia ke dalam Surga”.” [HR. Abu Daud no. 1203 dan An Nasai no. 667. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa sanad hadis ini shahih]

Begitupula hadis dari Abu Sha’sha’ah Al-Anshari, bahwa beliau pernah dinasihati sahabat Abu Said Al-Khudri radhiallahu ‘anhu: “Saya lihat, kamu suka menggembala kambing dan berada di tempat yang jauh dari pemukiman. Ketika kamu jauh dari pemukiman, (ketika masuk waktu shalat), lakukanlah azan dan keraskan suara azanmu. Karena semua jin, manusia atau apapun yang mendengar suara muadzin, akan menjadi saksi kelak di hari kiamat. Seperti itu yang aku dengar dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.” [HR. Bukhari 3296, Ahmad 11393 dan yang lainnya]

Meskipun Abu Sha’sha’ah sendirian, beliau tetap dianjurkan azan ketika hendak shalat wajib.

والله أعلم… وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم

📑 Referensi: Kitab “Al-Mausuu’ah Al-Fiqhiyyah Al-Muyassarah fii Fiqhil Kitaab was Sunnah Al-Muthahharah (Ensiklopedi Fiqh Praktis Menurut Al-Quran & As-Sunnah).” Karya Syaikh Husain bin ‘Audah Al-‘Awaisyah. Penerbit Pustaka Imam Asy-Syafi’i.

Alfaqir ilallah: Abu Muhammad Royhan

📡 Silakan disebar Artikel ini dengan tetap mencantumkan sumber link asli (https://permatasunnah.com) dan tidak menambah atau mengurangi isi tulisan.

Share?

Ummu Ruqayyah

Admin Web PermataSunnah.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Arsip

Februari 2020
S M S S R K J
« Jan    
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031