BACAAN NABI SHALLALLAHU ‘ALAIHI WA SALLAM PADA SHALAT SUNNAH FAJAR (QABLIYAH SUBUH)

๐Ÿ”– Fiqh Shalat

๐ŸŒŒ BACAAN NABI SHALLALLAHU ‘ALAIHI WA SALLAM PADA SHALAT SUNNAH FAJAR (QABLIYAH SUBUH)

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah wa ba’du.

Bacaan Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam pada dua rakaat shalat sunnah Fajar sangat pendek. Sebagaimana riwayat dari Hafshah binti Umar radhiallahu ‘anha, ia mengatakan: “Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam melakukan shalat dua rakaat Fajar sebelum shalat Subuh di rumahku. Beliau sangat memperpendek keduanya.” [HR. Ahmad (VI/285)]

Dan riwayat dari Aisyah radhiallahu ‘anha, ia mengatakan:

ูƒูŽุงู†ูŽ ุงู„ู†ูŽู‘ุจููŠูู‘ ุตูŽู„ูŽู‘ู‰ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ูŽู‘ู…ูŽ ูŠูุฎูŽููู‘ูู ุงู„ุฑูŽู‘ูƒู’ุนูŽุชูŽูŠู’ู†ู ุงู„ู„ูŽู‘ุชูŽูŠู’ู†ู ู‚ูŽุจู’ู„ูŽ ุตูŽู„ุงูŽุฉู ุงู„ุตูู‘ุจู’ุญู ุญูŽุชู‰ูŽู‘ ุฅูู†ูู‘ูŠู’ ู„ุฃูŽู‚ููˆู’ู„ู : ู‡ูŽู„ู’ ู‚ูŽุฑูŽุฃูŽ ุจูุฃูู…ูู‘ ุงู„ู’ูƒูุชูŽุงุจูุŸ

“Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam memendekkan dua rakaat yang dikerjakan sebelum shalat Subuh sehingga aku benar-benar bertanya, ‘Apakah beliau membaca Ummul Kitab (Al-Faatihah)’.” [HR. Bukhari, no. 1171 dan Muslim, no. 724]

Maksudnya, beliau shallallahu โ€˜alaihi wa sallam membaca surah dengan ringkas (cepat), akan tetapi Al-Fatihah tetap wajib dibaca karena rukun shalat, dan tidak sah shalat tanpa membaca surah Al-Fatihah. Terkadang setelah membaca Al-Fatihah pada rakaat pertama, Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam membaca ayat 136 dari surah Al-Baqarah. Sedangkan pada rakaat kedua beliau membaca ayat 34 dari surah Ali-Imran, dan terkadang beliau ganti dengan ayat 34 dari surah Ali-Imran. [HR. Muslim, no. 727 dan Abu Dawud, no. 1259]

Terkadang Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam membaca surah Al-Kafirun pada rakaat pertama dan membaca surah Al-Ikhlash pada rakaat kedua. Sebagaimana riwayat dari Abu Hurairah radhiallahu โ€˜anhuย disebutkan:

ุฃูŽู†ูŽู‘ ุฑูŽุณููˆู„ูŽ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุตูŽู„ูŽู‘ู‰ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ูŽู‘ู…ูŽ ู‚ูŽุฑูŽุฃูŽ ูููŠ ุฑูŽูƒู’ุนูŽุชูŽูŠู’ ุงู„ู’ููŽุฌู’ุฑู ู‚ูู„ู’ ูŠูŽุง ุฃูŽูŠูู‘ู‡ูŽุง ุงู„ู’ูƒูŽุงููุฑููˆู†ูŽ ูˆูŽู‚ูู„ู’ ู‡ููˆูŽ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุฃูŽุญูŽุฏูŒ

“Bahwasanya Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam dalam dua rakaat Fajar membaca, โ€œQul yaa ayyuhal kaafiruun,โ€ dan โ€œQul huwallaahu ahadโ€.” [HR. Muslim, no. 726 dan Abu Dawud, no. 1256]

Dan riwayat dari Jabir radhiallahu ‘anhu, bahwasanya ada seorang laki-laki berdiri, kemudian melakukan dua rakaat Fajar. Pada rakaat pertama ia membaca: ‘Qul yaa ayyuhal kaafiruun,’ sampai akhir ayat, maka Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam bersabda: “Orang ini adalah hamba yang beriman kepada Rabbnya.” Kemudian ia berdiri, dan pada rakaat selanjutnya ia membaca, ‘Qul huwallaahu ahad,’ sampai akhir ayat, maka Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam bersabda: “Orang ini adalah hamba yang mengenal Rabbnya.” [Hasan: HR. Ath-Thahawi dalam Syarh Ma’aanil Aatsaar (1/298) dan Ibnu Hibban (no. 611 Al-Mawaariid) serta dihasankan oleh Al-Hafizh dalam Al-Ahaadiits Al-‘Aaliyaat (no. 16). Lihat Ashlu Shifati Shalaatin Nabiy (I1/ 456-457)]

ูˆุงู„ู„ู‡ ุฃุนู„ู…ุŒ ูˆุจุงู„ู„ู‡ ุงู„ุชูˆููŠู‚ ูˆุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ู‰ ู†ุจูŠู†ุง ู…ุญู…ุฏ ูˆุขู„ู‡ ูˆุตุญุจู‡ ูˆุณู„ู…

๐Ÿ—ƒ Referensi: Buku “Fiqh Shalat Berdasarkan Al-Quran & As-Sunnah.” Karya Yazid bin Abdul Qadir Jawas. Penerbit Media Tarbiyah.

๐Ÿ“ก Silakan disebar Artikel ini dengan tetap mencantumkan sumber link asli (https://permatasunnah.com) dan tidak menambah atau mengurangi isi tulisan dan yang berkaitan dengannya tanpa izin dari admin.

Bagikan artikel ini ?

Affni Ummu Khayra

Admin Web PermataSunnah.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.