AWAS JANGAN LEWAT DI DEPAN ORANG YANG SEDANG SHALAT

๐Ÿ“˜ Bimbingan Islam

โ›” AWAS JANGAN LEWAT DI DEPAN ORANG YANG SEDANG SHALAT

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah wa ba’du.

Terlarang hukumnya lewat di depan orang yang sedang shalat walaupun ia tidak menghadap sutrah, orang yang melakukannya pun berdosa. Berdasarkan hadis dari Abu Juhaim Al Anshari, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

ู„ูŽูˆู’ ูŠูŽุนู’ู„ูŽู…ู ุงู„ู’ู…ูŽุงุฑูู‘ ุจูŽูŠู’ู†ูŽ ูŠูŽุฏูŽูŠู ุงู„ู’ู…ูุตูŽู„ูู‘ูŠ ู…ูŽุงุฐูŽุง ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ู…ูู†ูŽ ุงู„ุฅูู’ุซู’ู…ู ู„ูŽูƒูŽุงู†ูŽ ุฃูŽู†ู’ ูŠูŽู‚ูููŽ ุฃูŽุฑู’ุจูŽุนููŠู†ูŽ ุฎูŽูŠู’ุฑู‹ุง ู„ูŽู‡ู ู…ูู†ู’ ุฃูŽู†ู’ ูŠูŽู…ูุฑูŽู‘ ุจูŽูŠู’ู†ูŽ ูŠูŽุฏูŽูŠู’ู‡ู

โ€œAndaikan seseorang yang lewat di depan orang yang shalat itu mengetahui dosanya perbuatan itu, niscaya diam berdiri selama 40 tahun itu lebih baik baginya dari pada lewat.โ€ [HR. Al Bukhari 510 dan Muslim 507]

Abu Nadhar berkata: โ€œSaya tidak tahu apakah Rasulullah bersabda empat puluh hari, atau bulan atau tahun.โ€ [HR. Bukhari]

Hadis tersebut menunjukkan bahwa lewat di depan (di tempat bersujud) orang yang sedang shalat akan mendapatkan dosa dan ancaman, sehingga jika orang yang lewat tersebut mengetahui dosa yang akan ditanggung tentu ia akan berhenti empat puluh hari, bulan atau tahun. Sedang jika ia lewat agak jauh dari tempat sujud orang tersebut maka tidak apa-apa, hal ini sesuai dengan pemahaman hadis di atas yang menyebutkan tempat kedua tangan waktu sujud.

Bagi yang melaksanakan shalat hendaknya meletakkan tanda batas di depannya, sehingga orang yang lewat tahu dan tidak lewat di depannya. Berdasarkan hadis dari Abu Saโ€™id Al Khudri radhiallahu โ€™anhu, Nabi shallallahu โ€™alaihi wa sallam bersabda:

ุฅุฐุง ุตู„ูŽู‘ู‰ ุฃุญุฏููƒูู… ุฅู„ู‰ ุดูŠุกู ูŠุณุชูุฑูู‡ู ู…ู† ุงู„ู†ุงุณูุŒูุฃุฑุงุฏูŽ ุฃุญูŽุฏูŒ ุฃู†ู’ ูŠูŽุฌุชุงุฒูŽ ุจูŠู† ูŠุฏูŠู’ู‡ูุŒ ูู„ูŠุฏููŽุนู’ู‡ูุŒ ูุฅู†ู’ ุฃุจู‰ ููŽู„ูŠูู‚ุงุชูู„ู‡ูุŒ ูุฅู†ู…ุง ู‡ูˆ ุดูŠุทุงู†ูŒ

โ€œJika salah seorang dari kalian shalat menghadap sesuatu yang ia jadikan sutrah terhadap orang lain, kemudian ada seseorang yang mencoba lewat di antara ia dengan sutrah, maka cegahlah. Jika ia enggan dicegah maka tolaklah ia dengan keras, karena sesungguhnya ia adalah setan.โ€ [HR. Al Bukhari 509 dan Muslim 505]

Hadis shahih yang diriwayatkan Bukhari dan yang memperingatkan lewat di depan orang yang shalat ini termasuk perbuatan serupa di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, karena keumuman hadis tersebut, dan karena Rasulullah mengucapkan hadis tersebut di Makkah dan Madinah. Dalilnya:

1โ€ข Bukhari menyebutkan dalam bukunya: Ibnu Umar pernah mencegah orang yang lewat di depannya ketika ia sedang melakukan tasyahud di Kaโ€™bah, kemudian berkata: โ€œJika ia tetap menolak kecuali jika engkau bunuh, maka bunuhlah.โ€ Alhafidz Ibnu Hajar Al-Asqalany dalam Fathul Bari berkata: โ€œPenyebutan Kaโ€™bah secara khusus agar tidak terbayang bahwa melewati orang shalat di Kaโ€™bah diampuni karena ramai.โ€

2โ€ข Sedang hadis yang diriwayatkan oleh Abu Daud bukanlah hadis shahih karena ada perawi yang tidak diketahui. Hadis tersebut adalah sebagai berikut, Ahmad bin Hambal meriwayatkan kepada kami, Sufyan bin Uyainah meriwayatkan kepada saya dari sebagian keluarga dari kakeknya bahwa ia melihat Nabi shalat di depan pintu Bani Sahm (di Masjid Haram) dan orang-orang lewat di depannya sedang antara keduanya tidak ada tanda batas. Sufyan berkata: โ€œAntara beliau dengan Kaโ€™bah tidak ada tanda batas.โ€

Sufyan berkata, Ibnu Juraij pernah menceritakan kepada kami dari ayahnya. Kemudian saya tanyakan kepadanya, maka ia berkata: “Saya tidak pernah mendengarnya dari ayahku, tetapi dari sebagian dari keluargaku dari kakek saya.” Dan Al-Hafidz Ibnu Hajar Al-Asqalany mengatakan dalam bukunya Fathul Bari bahwa hadis tersebut Maโ€™lul.

3โ€ข Dalam kitab Bukhari disebutkan, dari Abu Juhaifah berkata bahwa Rasulullah bepergian kemudian shalat Zuhur dan Asar dua rakaat di Batha (Makkah) dan mendirikan tongkat berkepala besi di depannya (sebagai sutrah pembatas).

KESIMPULAN:
Melewati tempat sujud orang yang sedang shalat adalah haram dan mendapatkan dosa serta ancaman, jika orang yang shalat tersebut meletakkan tongkat/tabir di depannya, baik di tanah Haram maupun di tempat yang lain sebagaimana disebutkan dalam hadis-hadis shahih di atas. Tapi bisa juga bagi orang yang terpaksa ketika dalam keadaan amat sesak dan penuh sama sekali.

ูˆุงู„ู„ู‡ ุฃุนู„ู…ุŒ ูˆุจุงู„ู„ู‡ ุงู„ุชูˆููŠู‚ ูˆุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ู‰ ู†ุจูŠู†ุง ู…ุญู…ุฏ ูˆุขู„ู‡ ูˆุตุญุจู‡ ูˆุณู„ู…

๐Ÿ“‘ Referensi: Buku โ€œBimbingan Islam Untuk Pribadi & Masyarakat.โ€ Penulis: Syaikh Muhammad bin Jamil Zainu dan Referensi lainnya.

๐Ÿ“ก Silakan disebar Artikel ini dengan tetap mencantumkan sumber link asli (https://permatasunnah.com) dan tidak menambah atau mengurangi isi tulisan dan yang berkaitan dengannya tanpa izin dari admin.

Bagikan artikel ini ?

Affni Ummu Khayra

Admin Web PermataSunnah.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.