Site Loader
Share?

📜 Fatwa Ulama

💬 APAKAH SESEORANG BOLEH BERDOA KETIKA SHALAT FARDHU ?

Pertanyaan:
Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz ditanya: “Bolehkah seseorang berdoa di tengah shalat wajib, misalnya setelah melakukan beberapa rukun seperti ketika sujud seusai membaca ‘Subhanallah lalu berdoa Allahummaghfirli warhamni (Ya Allah ampunilah aku dan rahmatillah aku)’ atau doa yang lain? Saya berharap mendapatkan nasihat yang bermanfaat.”

Jawaban:
Disyariatkan bagi seorang mukmin untuk berdoa ketika shalatnya di saat yang disunnahkan untuk berdoa, baik ketika shalat fardhu maupun shalat sunnah. Adapun saat berdoa ketika shalat adalah tatkala sujud, duduk di antara dua sujud dan akhir salat setelah tasyahud dan shalawat atas Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sebelum salam.

Sebagaimana telah disebutkan dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwa beliau berdoa ketika duduk di antara dua sujud untuk memohon ampunan. Telah diriwayatkan pula bahwa beliau berdoa ketika duduk di antara dua sujud:

اللَّهُمَّ اغْفِرْلِي وَارْحَمْنِي وَاهْدِنِي وَاجْبُرنِي وَارْزُقْنِي وَعَافِنِي

Allahummagfirlii, warhamnii, wahdinii, wajburnii, warjuqnii, wa’aafinii

“Ya Allah ampunilah aku, rahmatillah aku, berilah hidayah kepadaku, cukupilah aku, berilah rezeki kepadaku dan maafkanlah aku.”

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda:

أَمَّا الرُّكُوْعُ فَعَظَّمُوا فِيْهِ الرَّبَّ وَأَمَّا السُّجُوْدُ فَاجْتَهِدُوا فِى الدُّعَاءِفَقَمِنٌ أَنْ يُسْتَجَابَلَكُمْ

“Adapun rukuk maka agungkanlah Rabbmu, sedangkan ketika sujud bersungguh-sungguhlah dalam berdoa, niscaya segera dikabulkan untuk kalian.” [Diriwayatkan oleh Muslim di dalam shahihnya]

Diriwayatkan pula oleh Muslim dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

أَقْرَبُ مَا يَكُوْنُ الْعَبْدُمِنْ رَبِّهِ وَهُوَ سَاجِدٌ فَأَكْثِرُوْا الدُّعَاءَ

“Jarak paling dekat antara seorang hamba dengan Rabbnya adalah ketika sujud, maka perbanyaklah doa (ketika itu).”

Di dalam Ash-Shahihian dari Abdullah bin Mas’ud radhiallahu ‘anhu bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika mengajarkan tasyahud kepadanya berkata: “Kemudian hendaknya seseorang memilih permintaan yang dia kehendaki.”

Dalam lafaz yang lain: “Kemudian pilihlah doa yang paling disukai lalu berdoa.”

Hadis-hadis yang semakna dengan ini banyak. Hal ini menunjukkan disyariatkannya berdoa dalam kondisi-kondisi tersebut dengan doa yang disukai oleh seorang Muslim, baik yang berhubungan dengan akhirat maupun yang berkaitan dengan kemaslahatan duniawiyah. Dengan syarat dalam doanya tidak ada unsur dosa dan memutuskan silaturahim.

Namun yang paling utama adalah memperbanyak doa dengan doa yang diriwayatkan dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.

والله أعلم… وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم

🗃 Referensi:
• Disalin dari kitab Al-Fatawa Juz Awwal, edisi Indonesia Fatawa bin Baaz, Penulis Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baaz.
• https://almanhaj.or.id

📡 Silakan disebar Artikel ini dengan tetap mencantumkan sumber link asli (https://permatasunnah.com) dan tidak menambah atau mengurangi isi tulisan.

Share?

Ummu Ruqayyah

Admin Web PermataSunnah.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Arsip

Februari 2020
S M S S R K J
« Jan    
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031