ANTARA MANHAJ SALAF DAN WAHABI

โœ‰๏ธ Soal Jawab

๐Ÿ”ฐ ANTARA MANHAJ SALAF DAN WAHABI

Bismillah
Assalamu alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh.

PERTANYAAN:
Ustadz.. Bagaimana caranya memberi penjelasan dan pemahaman kepada orang yang belum mengerti atau salah paham terhadap manhaj salaf dan wahabi (khususnya yang masih awam), di mana banyak yang menganggap ajaran salafi dan wahabi adalah sama dan sesat karena hanya berupa โ€˜orang dan ajaran baruโ€™ yang muncul pada abad ke 13 Masehi? Dimohon jawabanya ustadz.. Afwan bila ada kesalahan. Jazaakallahu khairan..

Dari Afifah – PSM 1

JAWABAN:

ูˆุนูŽู„ูŽูŠู’ูƒูู…ู’ ุงู„ุณู‘ูŽู„ุงูŽู…ู ูˆูŽุฑูŽุญู’ู…ูŽุฉู ุงู„ู„ู‘ูฐู‡ู ูˆูŽุจูŽุฑูŽูƒูŽุงุชูู‡ู

Sikapi dengan bijak serta sabar. Jangan terpengaruh dengan julukan-julukan tersebut. Tetap fokus untuk belajar dan jauhi segala fitnah. Banyak berdoa pada Allah di zaman fitnah ini dengan doa yg senantiasa diucapkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:

ูŠูŽุง ู…ูู‚ูŽู„ูู‘ุจูŽ ุงู„ู’ู‚ูู„ููˆุจูุŒ ุซูŽุจูู‘ุชู’ ู‚ูŽู„ู’ุจูู‰ ุนูŽู„ูŽู‰ ุฏููŠู†ููƒูŽ

“Wahai Dzat yang Maha Membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku di atas agamaMu.”

Hendaknya ibu juga dengan sabar memberikan penjelasan akan dakwah salaf yang sering dituduh wahabi ini. Jika yang mereka katakan wahabi ini adalah dakwah salafiyah, maka jelas mereka salah dan pemahaman mereka harus diluruskan.

Secara ringkas kami jelaskan bahwa, kata wahabi merupakan kata yang dituduhkan pada orang-orang yang istiqamah di atas aqidah dan sunnah yang shahih. Jika ciri wahabi itu diidentikkan dengan orang yang mengamalkan sunnah, maka apakah para Sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam juga wahabi? Tentu tidak, akan tetapi sekali lagi kami tekankan bahwa ini hanya tuduhan saja.

Orang-orang biasa menuduh “Wahabi” kepada setiap orang yang melanggar tradisi, kepercayaan, dan bidโ€™ah mereka, sekalipun kepercayaan-kepercayaan mereka itu rusak, bertentangan dengan Al-Quranul Karim dan hadis-hadis shahih. Mereka menentang dakwah kepada tauhid dan enggan berdoa (memohon) hanya kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala semata.

Musuh-musuh tauhid memberi gelar wahabi kepada setiap muwahhid (yang mengesakan Allah), nisbat kepada Muhammad bin Abdul Wahab padahal sebenarnya bukan. Karena orang yang suka mengkafirkan itu adalah Abdul Wahab yang lain yang memiliki pemikiran khawarij.

Namun kenapa kata wahabi ini sering muncul karena hari demi hari dakwah tauhid semakin tersebar, mereka para musuh dakwah tidak mampu lagi untuk melawan dengan kekuatan, maka mereka berpindah arah dengan memfitnah dan menyebarkan isu-isu bohong supaya mendapat dukungan dari pihak lain untuk menghambat laju dakwah tauhid tersebut. Di antara fitnah yang tersebar adalah sebutan wahabi untuk orang yang mengajak kepada tauhid.

Untuk lebih jelasnya silakan dibaca Fatwa Al Lajnah Ad Daimah, Komisi Tetap Urusan Riset dan Fatwa di Saudi Arabia tentang: “Siapakah wahabiyah?”

Jawaban para Ulama yang duduk di Al Lajnah Ad Daimah: Wahabiyah adalah kata yang dimunculkan oleh para penentang dakwah Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab rahimahullah. Padahal Syaikh rahimahullah berdakwah untuk memurnikan tauhid dari berbagai macam kesyirikan. Beliau ingin menghapus berbagai macam cara beragama di luar yang dituntunkan oleh Nabi kita Muhammad bin Abdillah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Maksud dari pemunculan nama ini sebenarnya adalah untuk menjauhkan dan menghalangi manusia dari dakwah beliau.

Namun usaha semacam ini tidaklah membahayakan dakwah beliau. Bahkan dakwah beliau semakin tersebar di berbagai penjuru dunia dan semakin dicintai. Di antara mereka yang diberi taufik oleh Allah untuk mengenal dakwah beliau, mereka melakukan penelitian lebih lanjut tentang hakikat dakwah beliau, mereka pun membelanya, karena beliau selalu bersandar pada dalil Al-Kitab dan As-Sunnah yang shahih pada setiap apa yang beliau sampaikan. Sehingga mereka semakin berpegang teguh dengan dakwahnya, mengikutinya, dan mengajak manusia kepada dakwah beliau. Wa lillahil hamd (Segala pujian hanyalah milik Allah).

Wabillahit taufiq. Shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad, juga kepada pengikut dan para Sahabatnya.

Yang menandatangani fatwa ini:
Anggota: Syaikh Abdullah bin Ghodyan
Wakil Ketua: Syaikh Abdur Rozaq Afifi
Ketua: Syaikh Abdul Aziz bin Abdillah bin Baz

[Fatwa Al Lajnah Ad Daโ€™imah Lil Buhuts Al โ€˜Ilmiyah wal Iftah (Komisi Tetap Urusan Riset dan Fatwa Kerajaan Arab Saudi) no. 9450, pertanyaan kedua]

ูˆุงู„ู„ู‡ ุฃุนู„ู…ุŒ ูˆุจุงู„ู„ู‡ ุงู„ุชูˆููŠู‚ ูˆุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ู‰ ู†ุจูŠู†ุง ู…ุญู…ุฏ ูˆุขู„ู‡ ูˆุตุญุจู‡ ูˆุณู„ู…

โœ๐Ÿป Dijawab oleh: Alfaqir ilallah Abu Muhammad Royhan hafidzahullah

๐Ÿ“‚ Referensi: Tanya Jawab WAGrup Permata Sunnah Muslimah

๐Ÿ“ก Silakan disebar Artikel ini dengan tetap mencantumkan sumber link asli (https://permatasunnah.com) dan tidak menambah atau mengurangi isi tulisan dan yang berkaitan dengannya tanpa izin dari admin.

Bagikan artikel ini ?
Ummu Ruqayyah

Ummu Ruqayyah

Admin Web PermataSunnah.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *